March, 1st 2016.
Hai, pria tersayang.
aku disini mau cerita sedikit mengenai kata 'seandainya'. aku berpikir,
seandainya kita tidak dipertemukan kembali ketika sma
seandainya saat itu aku sudah menyukai orang lain
seandainya kamu sudah menyukai orang lain
seandainya ketika itu aku tidak meminta kamu untuk menemani ke bandung
seandainya kamu saat itu tidak datang saat aku sidang
seandainya aku tidak datang ke kampusmu
seandainya seandainya dan seandainya ...
Namun, mungkin ada satu hal yang tidak akan pernah berubah, yaitu perasaan aku terhadap kiki. perasaan yang sampai saat ini aku masih menerka penyebab munculnya, perasaan yang sulit terbendung, mungkin butuh banyak wadah untuk menampungnya. kiki tahu berapa banyak kebahagiaan yang telah kiki berikan?
aku bahagia ketika mengingat kiki menyemangati untuk sidang aku dulu
aku bahagia ketika mengingat kiki datang untuk melihat aku sidang
aku bahagia ketika mengingat kiki mengajak aku pergi untuk pertama kalinya
aku bahagia ketika mengingat kiki memberanikan diri mengatakan bahwa kiki memiliki perasaan yang beda terhadap aku
aku bahagia ketika mengingat setiap kali kiki membalas chat ataupun telepon aku dengan nada bicara yang menyenangkan, nada yang berbeda ketika kita masih bersahabat dulu
aku bahagia ketika mengingat kiki berusaha menyenangkan aku ketika aku sedih, kekonyolan dan semua hal yang kiki lakukan
aku bahagia ketika mengingat kiki datang untuk melihat aku mengenakan toga, semoga kali ini akupun dapat melihat kiki memakai toga ya
dan aku bahagia, mengingat kiki sampai saat ini masih disini, disebelahku, menemani dan memberikan senyumnya yang tiap hari selalu kunantikan.
selamat tanggal 1, kiki.
stay with you


