Senin, 16 Februari 2015

menulis semua perasaan disini

apakah dengan menulis hati ini akan merasakan kelegaan? jika ya, biarkan aku menulis, biarkan aku merasakan kelegaan itu walau hanya sedetik saja.
waktu terus berjalan tanpa menunggu aku  disini.  tapi apa bisa aku menyalahkan waktu? waktu telah membiarkan aku menikmati saat-saat yang indah namun waktu juga telah membiarkan aku meneteskan air mata.  mengapa kau jatuh wahai air mata? suatu hal apakah yang membuatmu ada dan hadir seringkali?
apa kamu tidak tahu wahai hati? bahwa kau sebenarnya sudah lelah, bahwa kau sebenarnya sudah tidak mampu lagi menampung kesedihan ini, hingga akhirnya aku hadir hampir tiap malam di pelupuk mata.  kaulah yang membuat aku hadir sesering itu.
bodohkah aku wahai air mata? apalah dayaku, akupun tidak ingin selalu menyimpannya di dalam diriku, sang hati.  tapi dirinya selalu hadir disini.
tapi apa kau tahu wahai hati? dia sama sekali tidak memperdulikanmu.  baginya kau hanya sebuah hati tidak berharga.
aku sudah menyadarinya wahai air mata, sering.  tapi aku selalu ingin melihatnya tersenyum.  aku selalu ingin ada berada didekatnya.  apakah aku salah wahai air mata? apa aku tidak layak mendapatkan hal itu?
wahai pikiran, bisakah kau membantuku? kau penuh dengan akal dan sesuatu yang cerdas, kau pasti bisa membantu memecahkan masalah ini.
sang hati, kaulah yang memegang kendaliku ketika berhubungan dengannya.  aku keluar disaat kau memikirkannya.  lagi-lagi kaulah yang memegang kendaliku, sang hati.  teman-temanmu sudah berulangkali menasihatimu, sang hati.  tapi apa yang kau lakukan? kau terus saja menyepelekan perkataan mereka.
mengapa air mata dan pikiran berkata seperti itu? wahai kaki, kau mampu membawa anggota tubuh lain untuk pergi kemana saja, bisakah kau membantuku pergi meninggalkan semua tempat kenangan yang pernah aku kunjungi bersamanya?
bagaimanapun aku ingin membantumu, kau terus saja mendesakku untuk berjalan ke tempat-tempat itu wahai hati.  tidak ingatkah kau?
apakah tidak ada yang bisa membantuku? bantu aku menghilangkan memori-memori yang pernah tercoreng dibeberapa bagian didiriku, sang hati.  walau kini memori hanyalah tinggal sesuatu yang tidak terlihat dan tidak teranggap lagi olehnya, tapi aku ingin menghilangkannya.  aku begitu terikat oleh semua memori itu.

2 komentar: